JANGANLUPA LIKE, COMMENT, SUBSCRIBE AND SHARE! Bagikan video dan chanel ini kepada keluarga sahabat atau siapa saja yang membutuhkan di group group mari kit Ketiga Bahimiyyah atau dosa yang dipengaruhi oleh nafsu, membuat orang zina, mencuri, dan rakus. Terakhir dosa Sab’iyyah adalah dosa yang berhubungan dengan kekerasan fisik dan juga menghambur-hamburkan kekayaan. Ketika telah melakukan dosa-dosa di atas, seorang Muslim bisa meminta pengampunan dari Allah dengan bertaubat dan melakukan LARANGANBERBUAT ZALIM. Dari Abu Dzar Al-Ghifari rodhiallohu ‘anhu dari Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda meriwayatkan firman Alloh ‘azza wa jalla, bahwa Dia berfirman, “Wahai hamba-hambaku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku mengharamkannya pula atas kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi Kehancurandi Balik Tuntutan Kebebasan. Tuntutan mereka menuju kebebasan hidup ternyata berakibat malapetaka dan kebinasaan di dunia sebelum di akhirat. Allah l telah menceritakan akibat tuntutan kebebasan tersebut dalam banyak ayat di dalam al-Qur’an, di antaranya: 1. Kehancuran kaum ‘Ad. Sesiapamencabuli had-had Allah, mereka itulah orang-orang zalim” (2:229). Oleh yang demikian hukuman daripada Allah, atau hukuman dalam Islam yang sebenar, adalah bersifat tidak zalim. Walaupun terdapat hukuman bunuh (qisas) dalam agama Allah, namun Dia mengingatkan agar dipertimbangkan nyawa pesalah supaya dapat diselamatkan. Firman-Nya, ZWsDO0t. JAKARTA – Zalim merupakan perbuatan yang dilarang agama. Allah SWT menunda siksaan mereka dan ajal mereka, agar mereka kian bertambah zalim dan melampaui batas. إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ "Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan." QS Ali Imran 178. Hal itu mungkin ditangguhkan juga untuk memberi kesempatan kepada orang-orang zalim agar bertaubat dan kembali ke jalan Allah, yang memiliki sifat Al-Halim Yang Mahalembut. Atau karena orang yang terzalimi sebelumnya telah berbuat zalim kepada yang lain pada masa hidupnya, lalu kezaliman yang menimpa dirinya merupakan hukuman atas kezaliman dia sendiri pada masa lalu. Allah SWT sungguh telah mengancam orang-orang zalim dengan mendahulukan hukuman mereka di dunia sebelum kembali ke akhirat, karena hinanya kezaliman, dan banyaknya efek buruk bagi masyarakat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. لَيْسَ شَيْءٌ أُطِيعُ اللهَ فِيهِ أَعْجَلَ ثَوَابًا مِنْ صِلَةِ الرَّحِمِ، وَلَيْسَ شَيْءٌ أَعْجَلَ عِقَابًا مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ “Tidak ada sesuatu yang aku patuhi kepada Allah di dalamnya amalan itu lebih cepat mendapat ganjaran lebih dari menyambung tali silaturahim, dan tidak ada sesuatu yang lebih cepat hukumannya dari berbuat zalim dan memutus tali silaturahim.” HR Baihaqy. Oleh karena itu, balasan bagi orang zalim di dunia ini mungkin muncul pada kesimpulannya, yaitu akhir hidupnya akan sangat menyakitkan. Rasulullah SAW bersabda إن اللهَ ليُملي للظالمِ، حتّى إذا أخذه لم يفلتْهُ، قال ثمّ قرأ وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ "Sesungguhnya Allah akan menangguhkan siksaan bagi orang yang berbuat zalim. Apabila Allah telah menghukumnya, maka Dia tidak akan pernah melepaskannya." Kemudian Rasulullah membaca ayat yang berbunyi 'Begitulah adzab Tuhanmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu sangat pedih dan keras.' Qs Hud ayat 102. Sebagaimana Allah menghinakan pelaku zalim saat di dunia, yang merasakan kepahitan hidup dan kehinaannya, Allah juga akan menyiksanya pada hari kiamat. Di antara hukuman duniawi pelaku kezaliman ialah diharamkannya dia dari keberkahan dan dihilangkannya nikmat. Allah SWT berfirman dalam surat Al Qalam yang menceritakan tentang para pemilik kebun, dan mereka pelit, mereka bertekad untuk tidak memberikan hak yang seharusnya diberikan kepada orang fakir miskin, Allah berfirman إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ*وَلَا يَسْتَثْنُونَ*فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ*فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ*فَتَنَادَوْا مُصْبِحِينَ*أَنِ اغْدُوا عَلَى حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَارِمِينَ*فَانطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ*أَن لَّا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌ*وَغَدَوْا عَلَى حَرْدٍ قَادِرِينَ*فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ*بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ "Sesungguhnya Kami telah menguji mereka musyrikin Makkah sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik hasil nya di pagi hari dan mereka tidak mengucapkan, "Insya Allah, " lalu kebun itu diliputi malapelaka yang datang dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita, lalu mereka panggil-memanggil di pagi hari, "Pergilah di waktu pagi ini ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya.” Maka pergilah mereka saling berbisik-bisikan, "Pada hari ini janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu.” Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi orang-orang miskin, padahal mereka mampu menolongnya. Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata, "Sesungguhnya kita benar-benar orang yang sesat jalan, bahkan kita dihalangi dari memperoleh hasilnya." QS Al Qalam ayat 17-27. di antara sikap yang mencelakakan diri seorang hamba dan membuatnya tersandung serta jatuh dari kedukaannya ialah berlaku zalim terhadap sesama hamba Allah. Dzalim terhadap sesama itu contohnya dengan merampas hak-hak mereka dan menindas mereka yang lemah. Dr Aidh Abdullah Al Qarni dalam bukunya La Tahzan telah mengutip perkataan dari seorang yang bijak. "Takutlah kalian kepada orang yang tidak punya penolong lagi terhadap kezaliman kalian selain Allah." Sesungguhnya sejarah berbagai umat telah mencatatkan kepada kita berbagai contoh yang masih melekat hidup dalam ingatan tentang kesudahan yang dialami oleh orang-orang yang zalim. Dikisahkan Amir bin Thufail yang melancarkan rencana jahat terhadap Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan berupaya menculiknya. Atas tindakannya ini, Rasulullah mendoakan untuk kebinasaannya. "Akhirnya Allah pun menimpakan padanya suatu penyakit di kelenjar lehernya. Pada saat itu juga ia mati yang sebelumnya dia menjadi jerit karena kesakitan," katanya Arbad bin Qais melakukan gangguan yang menyakitkan terhadap diri Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan berencana untuk membunuhnya. Maka beliau Rasulullah mendoakan untuk kembinasannya. "Akhirnya, dia disambar petir yang menghanguskan diri dan unta kendaraannya," katanya. Sebelumnya Al-Hajjaj, di algojo itu, membunuh Sa'id bin Jubair dalam tenggang waktu yang tidak lama, Said mendoakan untuk kebinasaannya seraya mengatakan. "Ya Allah, janganlah Engkau beri dia kekuasaan terhadap seorang pun sesudahku." Al-Hajjaj pun tertimpa penyakit bisul pada tangannya lalu menyebar ke bagian tubuh lainny. Akhirnya, Al-Hajjaj mengerang kesakitan dengan mengeluarkan suara seperti banteng yang meregang nyawa, kemudian ia mati dalam keadaan yang mengenaskan. Sufyan Ats Tsauri bersembunyi karena takut akan kekejaman Abu Jafar Al-Manshur, Abu Jafar berangkat menuju kota suci Makkah, sedangkan Sufyan berada di dalam kota suci tepatnya di Masjidil Haram. Sufyan pun berdiri dan memegang kain kelambu Kabah seraya berdoa kepada Allah semoga tidak masuk ke dalam rumahNya. "Abu Jafar pun mati di sumur Ma'unah sebelum ia memasuki kota Makkah," katanya. Ahmad bin Abu Duad, qadhi yang beraliran Mu'tazilah ikut andil menyiksa Imam Ahmad bin hambal. Imam Ahmad pun mendoakan kebiasaannya, maka Allah menimpakan padanya penyakit stroke yang membuatnya sering mengatakan. "Adapun separuh tubuhku ini apabila dihinggapi oleh seekor lalat kurasakan sakit yang bukan kepalang hingga seakan-akan dunia ini kiamat, sedangkan separuh tubuhku yang lain andaikata digrogoti dengan catut sekalipun niscaya aku tidak merasakannya." Imam Ahmad juga mendoakan untuk kebinasaan Ibnu Zayyat si perdana menteri, maka Allah menguasakannya kepadanya orang yang menangkapnya yang kemudian memasukkannya ke dalam tungku api dan mamaku kepalanya dengan paku. Di antara sifat buruk adalah perbuatan zalim. Terkait perbuatan zalim, Islam melarang keras bahkan mengharamkan umatnya menjadi orang dasarnya, zalim adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya, atau di luar koridor kebenaran. Kezaliman adalah perkara berbahaya yang tidak bisa melarang segala bentuk kezaliman, baik itu kepada diri sendiri, sesama manusia, bahkan kepada hewan dan paling besar adalah ketika manusia disejajarkan dengan Sang apa sih sebenarnya perbuatan zalim tersebut? Simak penjelasan berikut ini, ya!Baca Juga Mengenal Istilah Ashabah, Terkait Ilmu Pembagian Warisan dalam IslamApa itu Zalim?Foto ilustrasi berbuat zalim berasal dari bahasa arab, azh zhulmu yang artinya meletakan sesuatu tidak pada secara istilah zalim bermakna melakukan sesuatu yang keluar dari koridor Jurjani dalam kitab at Ta'rifat 186, dinukil dari Mausu’ah Akhlaq Durarus Saniyyah, mengatakan“Zalim artinya melewati koridor kebenaran hingga masuk pada kebatilan, dan ia adalah maksiat. Disebut oleh sebagian ahli bahasa bahwa zalim adalah menggunakan milik orang lain, dan melebihi batas.”Misalnya, memakan harta orang lain dengan cara yang salah, menjatuhkan harga diri mereka, atau merendahkan menghina orang-orang yang termasuk perkara akhlak yang buruk dan berbahaya. Perbuatan zalim terlarang dalam Islam. Terdapat banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an dan hadis-hadis Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang mencela orang zalim dan melarang perbuatan zalim. Macam Macam KezalimanFoto ilustrasi perbuatan zalim berkaitan dengan hak Allah dan hak manusia, sebagaimana penjelasan dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin,“Zalim ada dua macam pertama, kezaliman terkait dengan hak Allah Azza wa Jalla, kedua, kezaliman terkait dengan hak hamba.”Berikut pembahasan mengenai macam-macam terhadap Hak AllahKezaliman yang terbesar yang terkait dengan hak Allah adalah mengenai kesyirikan. Hal tersebut berdasarkan hadist, sebagaimana kala itu Nabi shallallahu’alaihi wasallam ditanyadosa apa yang paling besar?’, beliau menjawab Engkau menjadikan sesuatu sebagai sekutu bagi Allah, padahal Allah yang menciptakanmu’ HR. Bukhari no. 4477, Muslim no. 86.Allah tidak mengampuni dosa orang yang berbuat kesyirikan atau perbuatan menyekutukan Ta’ala berfirmanإِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari syirik itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” QS. An Nisa 48Allah mengampuni dosa syirik jika hamba-Nya bertaubat dan meninggalkan kesyirikan Juga Bacaan Surat An Nisa Ayat 36 Beserta Arti dan TafsirnyaKezaliman terhadap Hak HambaAdapun kezaliman yang terkait hak hamba, berpusat pada tiga hal, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi shallallahu’alaihi wasallam dalam khutbahnya ketika haji Wada’, beliau bersabdaSesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian, semuanya haram atas sesama kalian. Sebagaimana haramnya hari ini, bulan ini, di tanah kalian ini’ HR. Bukhari no. 67, Muslim no. 1679.Kezaliman terhadap DarahMaksud dari kezaliman dalam darah, yaitu seseorang berbuat melebihi batas kepada sesama muslim dengan menumpahkan darahnya, melukainya, termasuk juga menghina kehormatan saudara sesama muslim. Tidak saja berlaku pada manusia, Islam melarang berbuat zalim kepada hewan termasuk tidak boleh menganiaya dan Juga Aturan dan Tata Cara Salat Jamak, Menggabungkan Dua Salat dalam Satu WaktuKezaliman terhadap Diri SendiriKezaliman terhadap diri sendiri inilah yang dimaksud kezaliman terhadap kehormatan diri pada hadis di atas. Di antara bentuk kezaliman terhadap diri sendiri adalah bermaksiat kepada Allah Ta’ menjadikan diri tidak taat kepada perintah Allah dan melakukan apa yang dilarang oleh Allah, maka ia telah menzalimi dirinya firman Allah Ta’ala وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا هُمُ الظَّالِمِينَ“Dan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.” QS. Az-Zukhruf 76Dapat diartikan juga bentuk kezaliman terhadap diri sendiri adalah meninggalkan kewajiban-kewajiban yang Allah Ta’ala perintahkan untuk dikerjakan, dan menjalankan larangan yang Allah Ta’ala perintahkan untuk terhadap HartaKezaliman terhadap harta adalah terkait masalah harta. Enggan mengeluarkan kewajiban seperti tidak mau membayar utang termasuk perbuatan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,مَطْلُ الْـغَنِيِّ ظُلْمٌ“Orang kaya namun menunda-nunda pembayaran hutangnya maka dia telah berbuat zalim HR. Bukhari no. 2287 dan Muslim no. 1564Do'a Berlindung dari Orang ZalimFoto Perbuatan zalim adalah perbuatan yang dapat merugikan siapapun yang mengalami. Agar terhindar dari perbuatan zalim dan orang-orang yang berbuat zalim, mengutip bekal Islam berikut diantara do'a berlindung dari orang نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَRobbi najjinii minal Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim. QS Al Qashash 21.رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَRobbin-shurnii alal qoumil Tuhanku, tolonglah aku dengan menimpakan azab atas kaum yang berbuat kerusakan. QS Al Ankabut 30.رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَRobbanaa laa taj’alnaa fitnatan lilqoumizh-zhoolimiin, wa najjinaa birohmatika minal qoumil kaafiriin.“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari tipu daya orang-orang yang kafir”. QS. Yunus 85-86.Baca Juga Kandungan Surat Ali Imran Ayat 159 tentang Anjuran Berlaku Lembut, Tidak Kasar dan Mudah MemaafkanMenghadapi Orang ZalimFoto Berbuat baik menyikapi orang zalim? Apakah harus membalas perbuatan mereka yang telah merugikan tersebut. Tentu membalas bukanlah solusi dalam menghadapi dihadapkan sama orang zalim, Islam memerintah untuk berbuat baik dan bersabar terhadap kezaliman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan,“Sesungguhnya akan terjadi sepeninggalku adanya penguasa yang lebih mementingkan pribadinya dengan menelantarkan hak rakyat, pen. dan berbagai kemunkaran yang dilakukan oleh penguasa, yang kalian ingkari karena hal itu adalah maksiat dan kemunkaran, .”Para sahabat radhiyallahu anhum mengatakan, “Bagaimanakah yang Engkau perintahkan kepada siapa saja di antara kami yang menjumpai masa-masa itu?”Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda,“Tunaikanlah kewajiban kalian berkaitan dengan hak penguasa, dan mintalah hak kalian kepada Allah Ta’ala yang tidak diberikan oleh penguasa, pen..” HR. Bukhari no. 3603 dan Muslim no. 1843. Lafadz hadits ini milik MuslimPenjelasan dari hadis di atas adalah, Islam memerintahkan untuk tetap memenuhi hak orang-orang zalim, seperti menolong jika mereka kesusahan, memberi nasehat atas perbuatan mereka dan tetap berbuat kebaikan kepada perbuatan zalim yang mereka lakukan, serahkan kepada Allah. Dan, berdoalah selalu meminta kebaikan kepada Allah Ta' Berbuat ZalimFoto doa orang terzalimi dalil baik itu dalam Al-Qur'an maupun hadis yang mengungkapkan bahaya dan dosa yang mengintai orang zalim. Adapun balasan untuk orang zalim yaitu Mendapatkan Balasan pada Hari KiamatHal tersebut berdasarkan hadis nabi, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bertanya“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”Para shahabat pun menjawab, ”Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda”.Nabi bersabda,”Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala salat, puasa, dan zakat, tetapi ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah, dan memukul orang kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan, sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa orang yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka.”HR. Muslim no. 2581.Di laknat dari AllahSebagaimana Allah Ta’ala berfirman“yaitu hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk” QS. Ghafir 52.Terancam oleh doa orang yang dizhalimiDoa orang yang terzalimi dikabulkan oleh Allah, termasuk jika orang yang terzalimi mendoakan keburukan bagi yang menzaliminya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda“Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.” HR. Bukhari Muslim Juga Kandungan Surat Al Anfal Ayat 27 tentang Menunaikan Amanah dan Larangan BerkhianatItulah pembahasan mengenai orang zalim dan larangan keras memiliki perbuatan zalim. Semoga terhindar dari sifat menzholimi orang dan dilindungi dari orang zalim, ya! Ilustrasi orang yang dizalimi, Sumber PexelsSalah satu perbuatan yang menodai jiwa dan hati manusia adalah perbuatan zalim. Dalam agama Islam, perbuatan zalim adalah perilaku yang bertolak belakang dengan syariat dan keadilan. Orang yang berbuat zalim disebut dengan zalimin, sedangkan yang menjadi korban menjadi orang yang dizalimi. Mengutip buku 101 Dosa Besar oleh Asep Subhi dan Ahmad Taufik, diterangkan bahwa kata zalim berasal dari bahasa Arab dho la ma yang artinya adalah mencakup berbagai sifat buruk, seperti kejam, bengis, penganiayaan, tidak berperikemanusiaan, dan lainnya. Itu mengapa dzalim akan mendatangkan dosa karena bertentangan dengan akhlak dan fitrah umat Muslim dizalimi, hal yang terbaik yang bisa dilakukan adalah melantunkan doa agar diberi kelancaran dan keteguhan dalam menghadapinya. Seperti apa bacaan doa orang dizalimi? Bacaan Doa Orang DizalimiBerikut adalah kumpulan doa yang bisa dibaca oleh orang yang dizalimi, berdasarkan buku Kumpulan Doa Pembuka Rezeki oleh Ust. Fayumi inii a’uudzubika min jahdil balaa’i wa darkisy syaqaa’i wa suu’il qadhaa’i wa syamaatatil a’daa’ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari musibah yang berat, dari kecelakaan yang menimpa, dari ketentuan yang jelek, dan dari kejahatan musuh yang Memohon Diakhiri KesengsaraanAllahumma inii as’aluka ta’jiila aafiyatika wa shabran alaa baliyyatika wa khuruujan minad dun yaa ilaa Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu disegerakan keselamatan-Mu untukku dan tetap sabar dalam menghadapi cobaan-Mu dan keluar dari dunia menuju Meminta Perlindungan dari Segala CobaanAllahumma innii a’uudzu bika min fitnatin naari wa adzaabi naari wa min firnatil qabri wa adzabil qabri wa min syarri firnatil ghinaa wa min syarri fitnatil faqri wa min syarril masiihid Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada-Mu dari bencana api neraka dan siksa neraka, bencana kubur dan siksa kubur, dan keburukan ujian kekayaan dan keburukan ujian kefakiran serta kejahatan al-Masih Agar Bebas dari FitnahAllahumma inni as aluka fi’lal khoirot wa tarkal munkarot wa hubbal masakin. Wa idza arod-ta bi ibaadika fitnatan, faq bidh nii ilaika ghoiro maf Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufik untuk bisa mengamalkan semua kebaikan, meninggalkan semua kemungkaran, dan bisa mencintai orang miskin. Jika Engkau menghendaki untuk menimpakan ujian fitnah bagi hamba-hamba-Mu, maka wafatkanlah aku, tanpa terkena fitnah itu.

amalan membunuh orang zalim