Imanmenghasilkan pengharapan, ini adalah prinsip yang diterima dari Roma 4. Ketika Abraham dalam keadaan yang sangat mengecewakan dan tidak mempunyai hari depan, karena beriman, ia mendapatkan pengharapan yang teguh dalam Tuhan. Dalam menuju hari depan yang tidak menentu, iman yang kuat menjadi pedomannya menuju janji Tuhan.
LaluBisnisnya ke-Level yang lebih tinggi, Pada waktu itu Beliau masih berusia 12 Tahun dan Beliau di Ajak oleh pamannya Abu Thalib untuk berdagang di Negeri Syam. Disitulah Awalannya Nabi Muhammad SAW mengenal Bisnis secara serius, dan Menjadi Enterprenur Sejati. Hingga beliau mendapat reputasi yang sangat baik bagi penduduk Negri tersebut.
Terlebihmemahami ilmu agama. Kemalsan anak muda inilah yang juga menjadi sifat dibenci oleh Allah SWT, Ma. Itu dia 10 sifat yang dibenci oleh Allah SWT yang perlu anak ketahui dan hindari. Dengan memahami dan menghindarinya, maka anak akan senantiasa mendapat syafaat Allah SWT dan selalu memathui apa yang diperintahkan Agama.
StreamSifat Kemuliaan Allah Disebutkan Secara Terperinci by Radio Rodja 756AM on desktop and mobile. Allah Disebutkan Secara Terperinci ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah Tentang Nama-Nama Allah dan Sifat
PedomanHidup Islami Warga Muhammadiyah memiliki beberapa sifat/kriteria sebagai berikut: Mengandung hal-hal yang pokok/prinsip dan penting dalam bentuk acuannilai dan norma. Bersifat pengayaan dalam arti memberi banyak khazanah untuk membentuk keluhuran dan kemulian ruhani dan tindakan.
iwE5Dd3. Masjid Hagia Sophia, Sumber PexelsNabi adalah manusia yang dipilih langsung oleh Allah untuk mengajarkan tauhid kepada umat manusia melalui penerimaan wahyu. Umat Muslim sendiri diwajibkan mengimani para nabi sebagai bagian dari rukun iman yang ke-25 nabi yang disebutkan dalam Alquran, Adam adalah nabi sekaligus manusia pertama, sedangkan Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir. Nabi Muhammad diutus untuk seluruh umat manusia, dan syariatnya menyempurnakan ajaran para rasul terdahulu. Dalam proses menyebarkan ajaran Allah, Rasulullah SAW menunjukkan sifat-sifat yang patut untuk diteladani dan diajarkan. Meneladani sifat-sifat nabi memiliki manfaat yang mampu mengubah diri menjadi orang yang lebih baik, pintar, dan taat pada apa sifat-sifat Nabi Muhammad SAW? Simak uraian Hagia Sophia, Sumber PexelsSifat-Sifat Nabi MuhammadBerdasarkan buku Pendidikan Karakter Mengembangkan Karakter Anak yang Islami oleh Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri, sifat-sifat nabi Muhammad SAW ada empat, yaituSemua rasul yang diutus oleh Allah memiliki sifat shiddiq yang berarti orang yang benar atau jujur. Nabi Muhammad dikenal oleh orang-orang terdekatnya sebagai individu yang jujur dan disukai oleh setiap orang yang berhubungan bisa mempunyai sifat shiddiq karena semua perkataan dan perbuatannya selalu dijaga oleh Allah. Apapun yang dikatakan oleh Rasulullah sesuai dengan Al Quran, maka dari itu Beliau adalah pembawa dijelaskan firman Allah berikut, “Sungguh, Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan.” QS. Fathir 24Amana artinya bisa dipercaya dalam menyampaikan sesuatu. Rasulullah diberikan amanah untuk menuntun umatnya ke jalan yang amanah wajib dimiliki oleh rasul agar orang percaya bahwa semua tugas yang diberikan kepadanya akan terlaksana dengan dengan surat Al Maidah ayat 67 yang berbunyi, “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan apa yang diperintahkan itu berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari gangguan manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.”Seorang rasul memiliki tabligh yang artinya menyampaikan semua yang diwahyukan kepadanya oleh Allah. Nabi Muhammad diutus sebagai orang yang memberi peringatan serta membimbing umat untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan tetapi, Rasulullah tidak bertanggung jawab atas ketaatan orang yang menerima ajaran tersebut. Jadi, Rasulullah tidak memaksakan kehendaknya kepada orang-orang yang tidak mau adalah sifat yang berarti cerdas atau berintelektual tinggi. Kepintaran Rasulullah dikaitkan dengan kemampuan Beliau dalam menerima ilmu pengetahuan atau mencari solusi untuk sebuah Rasulullah, Muslim yang paling cerdas adalah orang beriman yang mempersiapkan bekal untuk menghadapi hidup setelah mati. Jadi, umat Muslim harus mengoptimalkan kemampuannya dalam mencapai kebahagiaan di dunia akhirat nanti.
By Jumat, 05 Maret 2022 pukul 1038 am Terakhir diperbaharui Senin, 30 Agustus 2022 pukul 833 am Tautan Sifat Kebesaran Sang pencipta Disebutkan Secara Terperinci ini merupakan bagian dari pidato agama dan amatan Selam ilmiah nan disampaikan oleh Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, dalam pembahasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah Adapun Nama-Tera Tuhan dan Sifat-SifatNya. Kajian ini disampaikan pada Jum’at, 21 Rajab 1442 H / 5 Maret 2022 M. Kajian sebelumnya Sifat Tsubutiyah dan Sifat Salbiyah Kajian Adapun Rasam Kemuliaan Allah Disebutkan Secara Terperinci Rasam ketinggian Allah bila disebutkan satu persatu secara terperinci, itu semakin maujud dan tertumbuk pandangan kesempurnaan dan kemuliaan tersebut. Kita tidak mengatakan bertambah, karena izzah dan kesempurnaan Allah tidak bertambah. Keagungan dan kesempurnaan Allah merupakan sifat nan Dzatiyah bagi Almalik. Halikuljabbar Maha Mulia. Akan tetapi bila kita mengetahui satu resan ditambah kembali rasam kedua, ketiga, maka semakin nyata/terpandang dalam ilmu dan pengetahuan kita kesempurnaan dan kemuliaan Allah Tabaraka wa Ta’ala. Kalaupun kita tidak mencerna hal itu, Almalik taat mulia. Artinya pengetahuan/alamiah kita tentang kemuliaan Almalik tidak akan menambah kemuliaan Allah, tidak akan meninggi kebiasaan kebesaran Allah. Karena Halikuljabbar Dzat Yang Maha Mulia. Ketinggian tersebut bukan muncul disebabkan hambaNya memuji Sang pencipta, tak disebabkan hambaNya memaklumi kemuliaan itu. Karena kemuliaan itu merupakan sifat yang sayang menyertai dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka sifat-resan nan ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sekiranya kita cermati Al-Qur’anul Karim, kita akan mendapatkan sifat yang ditetapkan secara terperinci. Dan kita telah jelaskan sebelumnya bahwa setiap etiket Allah mengandung sifat, menunjukkan kepada sifat Allah Tabaraka wa Ta’ala. Karena Asmaul husna keunggulan yang terindah/terbaik. Karena namatersebut mengandung makna yang agung, mulia, teladan. Dan makna tersebut ialah sifat Allah Tabaraka wa Ta’ala. Maka tatkala Tuhan menyebutkan وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ “Halikuljabbar memiliki Asmaul husna,” berharga setiap nama mengandung sifat, sampai-sampai sewaktu-waktu makin dari satu sifat. Maka prinsip/prinsipnya adalah penetapan adat itu secara terperinci. Adapun rasam-adat nan ditiadakan/dinafikan oleh Allah yang dikenal dengan rasam salbiyah/manfiyah di kerumahtanggaan Al-Qur’an jumlahnya abnormal dan disebutkan secara mondial/tidak dirinci maka dari itu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini tentunya farik dengan konsep ahlul kalam dengan berbagai ragam sekte dan pemikiran mereka n domestik mematok sifat. Mereka menyelisihi 180°. Kalau metodologi Al-Qur’an adalah menetapkan secara terperinci sifat-aturan kemuliaan, ahlul zakar sebaliknya. Ahlul penis memperinci sifat yang dinafikan dan mengistilahkan secara global sifat yang ditetapkan, malar-malar mereka mengingkari hal itu dengan alasan bahwa jikalau ditetapkan rasam-sifat tersebut bermanfaat konsekuensinya adalah menyerupai manusia/menjerumuskan ke dalam penyerupaan, kata mereka. Sehingga mereka menganggap harus mensucikan Allah terbit tasybih dan tamsil dengan cara tidak menetapkan sifat tersebut atau ditakwil diselewengkan maknanya. Bila ditakwil tak dipahami secara tekstual/dzahir, maka secara otomatis berarti pengingkaran terhadap aturan-kebiasaan yang ditetapkan oleh Allah. Contohnya اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ izzah Allah di atas seluruh makhluknya di atas Arsy, ini diingkari oleh ahlul kalam dengan cara mentakwil. Mereka bertutur bahwa istawa bukan janjang, tapi istaula berkuasa. Tatkala ditakwil dengan makna berkuasa, secara otomatis sifat istiwa yang bermakna tahapan itu diingkari. Maka itu karena itu kita perhatikan Al-Qur’anul Dermawan terdapat estimasi. Sang pencipta Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan tanda-jenama Sang pencipta yang mengandung sifat-kebiasaan kesempurnaanNya secara terperinci dalam jumlah yang banyak. Contohnya pada arsip Al-Hasyr ayat 22-24, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan secara bersamaan 16 nama. Tentunya 16 etiket tersebut mengandung 16 sifat terlebih lebih. Karena terkadang 1 logo mengandung kian berasal 1 sifat. هُوَ اللَّـهُ الَّذِي لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَـٰنُ الرَّحِيمُ ﴿٢٢﴾ هُوَ اللَّـهُ الَّذِي لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّـهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٢٣﴾ هُوَ اللَّـهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿٢٤﴾ Bagaimana penjelasan lengkapnya? Ayo download dan simak mp3 amatan yang penuh arti ini. Download MP3 Kajian Podcast Play in new window Download Subscribe RSS Untuk mp3 amatan yang tidak silahkan kunjungi Mari turut membagikan link download analisis tentang “Rasam Kemuliaan Allah Disebutkan Secara Terperinci” yang munjung manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kemujaraban Dia. Jazakumullahu Khairan. Dapatkan pengumuman terbit Radio Rodja 756 AM, melalui Telegram Dapatkan amanat dari Rodja TV, melangkahi Facebook
Pakar Tafsir Muhammad Quraish Shihab dalam kuliah subuh program Mutiara Hati, Ahad 26/4/2020 mengungkapkan, ibadah puasa adalah berupaya meneladani sifat Allah sesuai kemampuan kita sebagai manusia. Allah tidak makan, minum, dan juga tidak memiliki pasangan. Menurut Quraish Shihab hal-hal itulah yang pertama diteladani oleh seorang Muslim dalam puasanya. "Tetapi bukan hanya itu. Allah Maha Kasih, karena itu limpahkanlah kasih kepada sesama makhluk. Allah juga Maha Pengampun dan Pemaaf. Maka berilah pengampunan dan pemaafan kepada siapa yang bersalah," ungkap Quraish Shihab dalam kultumnya itu. Dia Allah juga maha suci. Maka upayakanlah mewujudkan kesucian dalam hidup ini. Suci adalah gabungan tiga hal, yaitu baik, benar, dan indah. Beragama menurut sementara pakar adalah upaya manusia meneladani sifat-sifat Allah sesuai dengan kedudukan manusia sebagai makhluk. Dalam hal ini, kekuasaan Allah baik dalam wujud ayat-ayat qauliyah wahyu maupun ayat-ayat kauniyah tanda-tanda alam bisa menjadi washilah bagi manusia merenungi sekaligus memanfestasikan sifat-sifat Allah. Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur'an Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat 2000 menguraikan bahwa Nabi Muhammad SAW memerintahkan, Takhallaqu bi akhlaq Allah Berakhlaklah teladanilah sifat-sifat Allah. Di sisi lain, manusia mempunyai kebutuhan beraneka ragam, dan yang terpenting adalah kebutuhan fa'ali, yaitu makan, minum, dan hubungan seks. Allah SWT memperkenalkan diri-Nya antara lain sebagai tidak mempunyai anak atau istri دِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ “Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.” QS Al-An'am [6] 101 وَأَنَّهُ تَعَالَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا “Dan sesungguhnya Mahatinggi kebesaran Tuhan kami. Dia tidak beristri dan tidak pula beranak.” QS Al-Jin [72] 3. Al-Qur’an juga memerintahkan Nabi Muhammad untuk menyampaikan قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ “Katakanlah "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?" Katakanlah "Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri kepada Allah, dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik.” QS Al-An'am [6] 14. Dalam karya lainnya Membumikan Al-Qur’an 1999, Quraish Shihab menerangkan, manusia dapat mempertanyakan mengapa puasa menjadi kewajiban bagi umat Islam dan umat-umat terdahulu. Manusia memiliki kebebasan bertindak memilih dan memilah aktivitasnya, termasuk dalam hal ini, makan, minum, dan berhubungan seks. Binatang—khususnya binatang-binatang tertentu-tidak demikian. Nalurinya telah mengatur ketiga kebutuhan pokok itu, sehingga-misalnya-ada waktu atau musim berhubungan seks bagi mereka. Itulah hikmah Ilahi demi memelihara kelangsungan hidup binatang yang bersangkutan, dan atau menghindarkannya dari kebinasaan. Kebebasan yang dimilikinya bila tidak terkendalikan dapat menghambat pelaksanaan fungsi dan peranan yang harus diembannya. Kenyataan menunjukkan bahwa orang-orang yang memenuhi syahwat perutnya melebihi kadar yang diperlukan, bukan saja menjadikannya tidak lagi menikmati makanan atau minuman itu, tetapi juga menyita aktivitas lainnya kalau enggan berkata menjadikannya lesu sepanjang hari. Syahwat seksual juga demikian. Semakin dipenuhi semakin haus bagaikan penyakit eksim semakin digaruk semakin nyaman dan menuntut, tetapi tanpa disadari menimbulkan borok. Potensi dan daya manusia-betapa pun besarnya-memiliki keterbatasan, sehingga apabila aktivitasnya telah digunakan secara berlebihan ke arah tertentu -arah pemenuhan kebutuhan fa’ali misalnya—maka arah yang lain, -mental spiritual-akan terabaikan. Nah, di sinilah diperlukannya pengendalian. Dengan berpuasa, manusia berupaya dalam tahap awal dan minimal mencontohi sifat-sifat tersebut. Tidak makan dan tidak minum, bahkan memberi makan orang lain ketika berbuka puasa, dan tidak pula berhubungan seks, walaupun pasangan ada. Tentu saja sifat-sifat Allah tidak terbatas pada ketiga hal itu, tetapi mencakup paling tidak sembilan puluh sembilan sifat yang kesemuanya harus diupayakan untuk diteladani sesuai dengan kemampuan dan kedudukan manusia sebagai makhluk ilahi. Misalnya Maha Pengasih dan Penyayang, Mahadamai, Mahakuat, Maha Mengetahui, dan lain-lain. Upaya peneladanan ini dapat mengantarkan manusia menghadirkan Tuhan dalam kesadarannya, dan bila hal itu berhasil dilakukan, maka takwa dalam pengertian di atas dapat pula dicapai. Karena itu, nilai puasa ditentukan oleh kadar pencapaian kesadaran tersebut -bukan pada sisi lapar dan dahaga- sehingga dari sini dapat dimengerti mengapa Nabi Muhammad menyatakan bahwa, "Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak memperoleh dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga." Editor Muchlishon
Kompas TV religi beranda islami Jumat, 15 Oktober 2021 1621 WIB Ilustrasi. Di bulan maulid atau Rabiul Awal, ada banyak amalan yang bisa dilakukan untuk meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Sumber freepik JAKARTA, - Bulan Rabiul Awal adalah bulan maulid, bulan milik Nabi Muhammad SAW. Pada bulan ini, beliau dilahirkan dan umat Islam di seluruh dunia pun merayakannya dengan pelbagai cara. Salah satu cara sederhana untuk turut bergembira saat bulan maulid Nabi tiba adalah dengan meneladani sifat-sifatnya yang begitu indah. Sebuah sifat yang dalam bahasa Alquran, penuh dengan budi pekerti. Allah SWT berfirman dalam Surat Alqalam ayat 4, ”Dan sesungguhnya kamu Muhammad benar-benar berbudi pekerti yang baik.'' Baca Juga Sudah Masuk Rabiul Awal 1443 H, Ini 3 Amalan yang Bisa Dilakukan Kita sebagai umat Nabi Muhammad hendaknya bisa meniru beliau, meneladani sifat-sifatnya dan memetik pelbagai hikmah dari perjuangan beliau ketika membangun umat manusia dengan akhlak yang mulia. 3 amalan ringan untuk meneladani sifat Nabi Muhammad di bulan maulid Pertama, memperbanyak sedekah. Rasul adalah pribadi yang begitu gemar bersedekah dan berbagi dengan sesama. Sedekah dalam Islam dipercaya tidak akan menghabiskan harta, justru sebaliknya. Harta yang disedekahkan akan terus meningkat dan berlipat ganda. Begitu pentingnya sedekah ini, Rasulullah pun menganjurkan kita bersedekah meskipun sedang berkekurangan. Karena sedekah tidak hanya dilakukan dengan harta. Senyuman yang tulus dari seorang muslim termasuk sedekah. Nabi SAW bersabda "Senyumanmu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu." HR. Tirmidzi. Kedua, berbuat baik ke tetangga. Rasul adalah pribadi yang gemar berbagi dan berbuat baik kepada tetangga. Tidak hanya kepada para sahabat maupun umat muslim semata. Melainkan juga kepada umat atau agama yang berbeda. Nabi tidak pernah pilih kasih ketika berbuat baik. Bahkan, dalam sebuah riwayat, beliau tetap membagi makanan ke tetangganya yang beragama Yahudi. Baca Juga Kisah Rasululllah Bertetangga Baik dengan Orang Yahudi hingga Mereka Bahagia Ketiga, memperbanyak selawat. Selawat adalah amalan ringan yang bisa kita sampaikan kepada Nabi sebagai bentuk cinta kita terhadap beliau. Apalagi di bulan maulid, bulan kelahiran Nabi. Ada banyak selawat yang bisa kita amalkan, mulai dari selawat Nariyah hingga selawat Badar. Lebih dari itu, selawat adalah bentuk komunikasi kita kepada Nabi seraya berharap akan mendapatkan syafaat dari beliau kelak di hari penghabisan. Itulah tiga amalan ringan yang bisa kita amalkan di bulan maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga kita senantiasa mendapatkan berkah di bulan maulid ini, ya. Amin. Wallahu a’lam. Sumber Kompas TV BERITA LAINNYA
Bogor - Rasul diutus oleh Allah SWT ke muka bumi untuk memberikan kabar gembira, petunjuk, dan memberi peringatan kepada manusia. Dalam menjalankan tugasnya sebagai utusan Allah SWT, rasul memiliki sifat wajib dan mustahil. Sifat wajib rasul artinya sifat-sifat yang dicerminkan oleh para rasul dalam kesehariannya. Ada empat sifat wajib bagi rasul yang harus diketahui oleh seorang muslim, di antaranya siddiq, amanah, tablig, dan fatanah. 1. Siddiq Seorang rasul memiliki sifat siddiq yang artinya selalu benar dan jujur. Maksudnya, apa yang dikatakan Rasul adalah benar, baik ketika menyampaikan wahyu dari Allah SWT maupun ketika mengeluarkan perkataan duniawi. Filosofi Mendalam Tugu Kongres Santri Pancasila di Aceh 10 Nama Malaikat dan Tugasnya yang Wajib Diketahui, Cekidot! Kisah Kakek Nabi Muhammad SAW Abdul Muthalib Temukan Sumur Zamzam yang Hilang Ratusan Tahun Bukti seorang rasul memiliki sifat siddiq dapat dilihat dari Al-Qur’an surah Maryam ayat 41. وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا Artinya “Dan ceritakanlah Muhammad kisah Ibrahim di dalam Kitab Al-Qur'an, sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi.” Ayat Al-Qur’an terkait dapat dilihat di sini Saksikan Video Pilihan IniKurangi Sampah Plastik, Gerakan Pasti Gandeng APPSI Gelar Program Hijaukan Pasar Kita2. AmanahIlustrasi kepercayaan, disiplin. Photo by Goh Rhy Yan on UnsplashSelain jujur, rasul juga memiliki sifat amanah. Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI V, amanah adalah sesuatu yang dipercayakan dititipkan kepada orang lain. Amanah juga dapat berarti dapat dipercaya. Rasul selalu menjaga agar dapat dipercaya oleh umatnya. Sifat wajib kedua bagi rasul ini telah disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an, salah satunya dalam surah An-Nisa ayat 58. اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا Artinya “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” Ayat Al-Qur’an terkait dapat dilihat di sini 3. Tablig Tablig adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti menyampaikan wahyu Allah. Hal ini juga merupakan perintah dari Allah SWT agar seorang rasul menyampaikan wahyu kepada umatnya. Tugas seorang rasul untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia dapat dilihat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 67. يٰٓاَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗوَاِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسٰلَتَهٗ ۗوَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ Artinya “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan apa yang diperintahkan itu berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari gangguan manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” Ayat Al-Qur’an terkait dapat dilihat di sini4. FatanahIlustrasi orang cerdas iStockphotoFatanah adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti pintar, cerdik, dan cerdas. Rasul memiliki sifat fatanah agar bisa merangkul umat manusia untuk menyembah Allah SWT dan memerangi kaum yang menolaknya. Dalam menjalankan misinya menyebarkan ajaran Allah SWT, Rasul kerap kali menghadapi berbagai persoalan dan permasalahan. Berkat kecerdasannya, Rasul mampu menemukan jalan keluar suatu permasalahan itu. Surah Al-An’am ayat 83 merupakan salah satu yang menerangkan bahwa rasul dibekali sifat fatanah dalam menjalankan tugasnya. وَتِلْكَ حُجَّتُنَآ اٰتَيْنٰهَآ اِبْرٰهِيْمَ عَلٰى قَوْمِهٖۗ نَرْفَعُ دَرَجٰتٍ مَّنْ نَّشَاۤءُۗ اِنَّ رَبَّكَ حَكِيْمٌ عَلِيْمٌ Artinya “Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.” Ayat Al-Qur’an terkait dapat dilihat di sini Selain sifat wajib, rasul juga memiliki sifat mustahil. Sifat mustahil bagi rasul antara lain khizib dusta, khiyanah curang, kitman menyembunyikan, dan baladah bodoh.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
sifat kemuliaan allah harus diteladani oleh manusia dengan cara