Budayapolitik partisipan merupakan lahan yang ideal bagi tumbuh suburnya demokrasi. Hal ini dikarenakan terjadinya harmonisasi hubungan warga negara dengan pemerintah, yang ditunjukan oleh tingkat kompetensi politik, yaitu menyelesaikan sesuatu hal secara politik, dan tingkat efficacy atau keberdayaan, karena mereka merasa memiliki setidaknya kekuatan politik yang ditunjukan oleh warga negara.
manfaatE-Government. manfaat kerjasama internasional. manfaat mempelajari budaya politik. manfaat ilmu politik. Bentuk-bentuk Demokrasi. Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi membrikan izin kepada masyarakatnya untuk turut serta baik secara langsung maupun tidak langsung untuk bersama menjalankan pemerintahan yang dipimpin oleh presiden.
3 Jelaskan mengapa lembaga-lembaga yang berfungsi menjamin keadilan perlu di pantau dan dikontrol oleh masyarakat. 4. Jelaskan dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak terbuka dalam bidang sosial budaya. 5. Jelaskan mengapa perlu ada kekecualian terhadap prinsip keterbukaan.
Demokrasimerupakan suatu sistem pemerintahan yang dirancang dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang bersumber pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia itu sendiri. Pancasila mengandung cita-cita dan pedoman dasar bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya.
BAGIKAN Jakarta - Banyak jalan menuju Roma, demikian juga banyak jalan menuju kesejahteraan bangsa. Demokrasi adalah salah satu jalan. Memang berliku, tapi terbukti paling sukses. Demokrasi
Q4YL. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Nama Tika WidiyastutiNPM 2010103047Kelas K1 ManajemenTugas Pendidikan KewarganegaraanMembuat Opini"Pentingnya Pendidikan Demokrasi Di Kalangan Mahasiswa "Pendidikan demokrasi sangat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia terutama bagi kalangan mahasiswa. Bagaimana tidak, dengan adanya demokrasi akan mendukung mahasiswa dalam bersikap dan berperilaku baik di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat. Dalam hal ini mahasiswa berperan penting dalam menjaga keutuhan NKRI dengan mampu menjalankan demokrasi yang benar. Dengan adanya pendidikan kewarganegaraan di lingkungan kampus akan mendorong mahasiswa untuk bersikap kritis terhadap demokrasi yang ada di Indonesia. Dengan adanya pendidikan demokrasi ini, mahasiswa akan diberikan pembelajaran mengenai bagaimana demokrasi di Indonesia, maka nantinya diharapkan mahasiswa akan mampu mengembangkan kemampuan yang dimilikinya untuk melaksanakan demokrasi yang baik sehingga mahasiswa dapat menjadi warga negara yang demokratis. Pendidikan demokrasi yang baik perlu mengembangkan keterampilan mahasiswa baik itu keterampilan individu, intelektual, maupun sosial. Dalam hal ini pendidikan demokrasi di kalangan mahasiswa dilaksanakan dengan membimbing mahasiswa agar dapat bersikap dewasa agar nantinya dapat mengamalkan nilai-nilai demokrasi dengan benar. Demokrasi sangat penting mengingat akhir-akhir ini marak kasus yang melibatkan mahasiswa di dalamnya. Perlu adanya pendidikan demokrasi yang lebih menekankan lagi terhadap perilaku mahasiswa. Dengan pendidikan demokrasi yang baik dan benar diharapkan akan membentuk jiwa mahasiswa yang demokratis yang akan berdampak baik terhadap kehidupan mahasiswa baik di masa sekarang maupun di masa saja di dalam kehidupan kampus mahasiswa akan taat dan patuh terhadap tata tertib di kampus. Karena dengan pendidikan demokrasi yang sudah diberikan, mahasiswa akan saling menghormati baik antar mahasiswa maupun dosen. Mahasiswa akan menghargai terhadap pendapat masing-masing karena mereka paham bahwa mereka perlu bersikap demokratis dengan menghargai pendapat lain seperti dalam berdiskusi saat mendapatkan tugas berkelompok, mahasiswa akan berdiskusi dan mencari jawaban yang paling benar berdasarkan pendapat masing-masing anggota kelompok tanpa adanya rasa memaksakan pendapat individu. Dalam berdiskusi kelompok yang dilakukan oleh mahasiswa saat mereka mendapatkan tugas kelompik. Mahasiswa akan mendiskusikan permasalahan yang mereka bahas dan mencari solusi serta jawaban yang paling proses diskusi tersebut tentunya mereka memiliki hak yang sama dalam mengungkapkan pandangan dan pendapat mereka tentang persoalan yang dibahas. Dari situ mereka akan mencari jawaban terbaik tanpa memaksakan pendapat masing-masing karena tujuan diskusi ini adalah untuk menyelesaikan masalah bersama. Dari situ mereka dapat belajar bagaimana cara melakukan demokrasi secara baik dengan mementingkan kepentingan bersama diatan kepentingan pribadi. Maka dari itu sangatlah penting adanya pendidikan demokrasi di kalangan mahasiswa, karena dengan adanya pendidikan ini bisa membentuk karakter dan kepribadian para mahasiswa agar menjadi pribadi yang demokratis dan memiliki rasa toleransi yang tinggi. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang menjadi pandangan hidup hak dan kewajiban warga negara. Demokrasi ini dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Salah satu tonggak adalah pemilu. Pemilu diselenggarakan untuk meningkatkan rasa demokratis, dan membentuk pemerintahan yang kuat akan persatuan dan kesatuan, yang kompak dalam berpendapat dengan mengikuti pemilu. Dan berikut merupakan sabagai wujud penerapan tujuan Pembukaan UUD pembelajaran yang menerapkan atau mencerminkan demokrasi adalah menggunakan metode diskusi yang mana siswa akan menyampaikan pendapatnya, dan berlatih menghargai pendapat orang lain, selain itu juga dengan adanya demokrasi ini dapat mengajarkan perserta didik bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak mampu berdiri sendiri, yang butuh bantuan orang lain, yang hidup secara harus memberikan apa yang ia ketahui dan apa yang ia punya supaya siswa lebih bisa berfikir maju dan harus memperlakukan adil dengan siswa satu dengan lainnya, dan guru juga mampu mencerminkan demokrasi dalam pembelajaran. Pentingnya siswa mengenal demokrasi adalah sebagai berikut Siswa dapat mengenal arti demokrasi, dan memiliki rasa menciptakan rasa cinta tanah air sejak menciptakan generasi yang mampu melindungi masyarakat dan adil akan segala mengajarkan perwujudan UUD 1945 dan mengajarkan nilai – nilai Pancasila. Dengan ini, demokrasi sangat perlu diajarkan kepada siswa tentang demokrasi. Supaya mereka paham dan mampu menerapkannya dengan baik. Dan dapat menciptakan generasi yang taat akan hukum dan adil dalam hukum, sosial, maupun budaya. Yang mampu menerapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Supaya jika kelak mereka menjadi seorang yang berdiri di pemerintahan, mereka dapat adil. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pendidikan adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalaam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan dengan melalui proses, cara, perbuatan mendidik. Pada dasarnya setiap orang harus memiliki pendidikan apapun itu berdasarkan kemampuan dan minat dari masing masing seseorang karena pendidikan merupakan hal terpenting bagi seseorang untuk berkembang dalam lingkungan kehidupannya dan lingkup bernegara. Pemerintahan Di Indonesia menyelenggarakan program wajib sekolah yakni 9 tahun. Bukan hanya berlaku pada pendidikan formal dalam sekolah maupun universitas, pendidikan juga sebaiknya terlaksana sejak dini. Pada usia dini merupakan titik sentral untuk membangun pondas dasar kepribadian anak, demi menjadi manusia yang beradab di masa yang akan datang. Selain itu, pentingnya pendidikan usia dini juga berpengaruh terhadap kesehatan dan kebaikan fisik. Pendidikan juga berpengaruh terhadap pembentukan pola pikir dan pengelolaan mental seseorang. Oleh karena itu, setiap warga negara dikatakan berhak untuk mendapatkan kelayakan dalam pendidikannya dengan setara. Tujuan adanya pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan sumber daya manusia serta mencerdaskan kehidupan setiap warga negaranya. Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tujuan pendidikan nasional di Indonesia adalah "Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab. Adanya pendidikan nasional dapat menjadikan setiap warga negara Indonesia sebagai pribadi yang tidak hanya berwawasan luas namun juga memiliki sikap yang berakhlak dan berbudi pekerti luhur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Demokrasi berasal dari kata demos atau rakyat dan kratos yang berarti kekuatan. Jadi demokratis artinya kekuatan rakyat. Demokrasi berarti dimana satu pemerintahan rakyatlah yang mempunyai peran untuk menentukan. Sedangkan pendidikan demokrasi merupakan pengembangan keterampilan intelektual, keterampilan pribadi dan sosial. Melalui pendidikan demokrasi ini peserta didik akan belajar untuk berkembang agar menjadi dewasa dan berdemokrasi dengan cara melakukan penerapan nilai-nilai demokrasi agar berjalan dengan baik dan semestinya. Selain itu pendidikan deomrasi juga bertujuan untuk mempersiapkan agar warga Indonesia dapat tumbuh dan berkembang untuk dapat berpikir kritis dan berpikir secaca demokratis. Hubungan antara pendidikan warga negara dan terciptanya demokrasi yang baik dalam suatu negara sangat berpengaruh. pendidikan merupakan sarana untuk perubahan budaya masarakat. Tanpa adanya pendidikan masyarakat tidak mungkin dapat merubah budaya dan negaranya menjadi lebih demokrasi ini dapat membantu masyarakat untuk dapat berpikir kritis. Melalui pemikiran yang demokrasi tersebut masyarakat dapat membangu Negara Indonesia menjadi lebih baik, hal tersebut dapat berjalan apabila pemerintahannya juga berjalan dengan sistem demokrasi yang bersih dan dapat dipercaya. Dengan demikian, pendidikan demokrasi sangat diperlukan bahkan sedini mungkin. Tidak hanya melalui lingkungan sekolah namun juga lingkup keluarga dan sekitarnya. Lihat Kebijakan Selengkapnya
“Budaya Demokrasi Pendidikan di Lingkungan Sekolah” Demokratisasi artinya proses menuju demokrasi. Demokratisasi pendidikan mengandung arti, proses menuju demokrasi di bidang pendidikan. Disamping unsur kebebasan dalam berinteraksi, demokratisasi pendidikan juga mensyaraktkan komunikasi yang dialogis dengan dua aspek yang inhern, yaitu 1. Komunikasi berlagsung ke segala arah, dan bukan hanya bersifat satu arah yaitu dari pendidik ke peserta didik top down 2. Arus komunikasi berlangsung secara seimbang, yakni antara pendidik dan peserta didik dan juga antar peserta didik. Sehingga pada akhirnya, model komunikasi berlangsung secara 3 arah pendidik – peserta didik-antar peserta didik, maka sumber belajar bukan hanya terletak pada pendidik melainkan juga peserta didik dan pengajaran tidak melulu bersifat top- down, namun perlu diimbangi dengan bottom-up. Adapun inti dari demokrasi adalah kebebasan, persamaan hak, keadilan musyawarah dan tanggung jawab. Demokratisasi pendidikan merupakan proses pembelajaran seluruh civitas akademika untuk memajukan pendidikan. Kalau dalam politik ada rakyat, maka dalam pendidikan ada peserta didik. Pendidikan yang demokratis berarti melibatkan murid secara aktif dalam seluruh proses pendidikannya student- centersed-student active learning. Bukan sebaliknya, berpola top down, yakni berpusat pada guru teacher centered sehingga murid berperan sebagai objek didik, atau sebagaimana dikatakan oleh paulo freire dengan istilah banking syistem education atau pendidik gaya bank dimana murid didibaratkan sebagai celengan yang bersifat koin. Adapun bentuk – bentuk demokrasi pendidikan adalah 1. kebebasan bagi pendidik dan peserta didik yang maksudnya kebebasannya meliputi kebebasan berkarya, mengembangkan potensi dan berpendapat 2. persamaan peserta didik dalam pendidikan dimana peserta didik yang masuk di Lembaga pendidikan tidak ada perbedaan derajat atau martabat, karena penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan dari pendidik 3. penghormatan akan martabat individu dalam pendidikan, misalnya pendidik dalam memberikan hukuman kepada peserta didik harus yang bersifat mendidik karena dengan cara demikian akan tercipta situasi dan kondisi yang demokratis dalam proses belajar mengajar Pendidikan yang demokratis menerapkan sistem andragogi. Sistem ini menuntut keaktifan siswa untuk berbuat learning by doing. Di sini murid diberi umpan dan kail, kemudian dibimbing untuk mencari ikan sendiri. Jadi bukan langsung diberi ikan tanpa proses pemancingan. Proses pendidikan yang menekankan pentingnya nilai-nilai kebebasan dan demokrasi inilah yang menjadikan pendidikan bernuansa humanis. Perlakuannya menggunakan pendekatan humanistik. Kebebasan menimbulkan kreativitas. Kreativitas merupakan proses mental dan kemampuan tertentu untuk “mencipta”. Kreativitas adalah proses pemikiran terhadap sesuatu masalah yang darinya dapat dihasilkan gagasan baru yang sebelumnya tak terpikirkan. Kreativitas juga berarti sebagai proses interaktif antara individu dengan lingkungannya. Seseorang yang kreatif dapat terlihat dari kemampuannya mengatasi masalah problem sensitivity, mampu menciptakan ide alternatif untuk memecahkan masalah idea fluency, mampu memindahkan ide dari satu pola pikir ke pola pikir yang lain idea flexibility. Orang yang kreatif pun dapat dilihat dari kemampuannya untuk menciptakan ide yang asli idea originality. Seluruh kemampuan pengembangan ide dan sensitivitas terhadap persoalan yang merupakan ciri kreatif tersebut tak dapat terbentuk bilamana dalam diri seseorang terjadi tekanan dan pembatasan atas kebebasannya. Dalam rangka mengoptimalkan perilaku budaya demokrasi maka sebagai generasi penerus yang akan mempertahankan negara demokrasi, perlu mendemonstrasikan bagaimana peran serta kita dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Prinsip-prinsip yang patut kita demonstrasikan dalam kehidupan berdemokrasi, antara lain sebagai berikut a. Membiasakan untuk berbuat sesuai dengan aturan main atau hukum yang berlaku. b. Membiasakan bertindak secara demokratis bukan otokrasi atau tirani. c. Membiasakan untuk menyelesaikan persoalan dengan musyawarah. d. Membiasakan mengadakan perubahan secara damai tidak dengan kekerasan atau anarkis. e. Membiasakan untuk memilih pemimpin melalui cara-cara yang demokratis. f. Selalu menggunakan akal sehat dan hati nurani luhur dalam musyawarah g. Selalu mempertanggungjawabkan hasil keputusan musyawarah baik kepada Tuhan, masyarakat, bangsa, dan negara h. Menggunaka kebebasan dengan penuh tanggung jawab. i. Membiasakan memberikan kritik yang bersifat membangun. Sekolah merupakan tonggak dasar penanaman budaya demokrasi bagi generasi penerus bangsa, karena di sinilah mereka bertemu dengan berbagai macam pikiran-pikiran, watak, karakter, budaya, dan agama. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran utama dalam menumbuhkan budaya demokrasi di kalangan pelajar. Oleh karena itu, sekolah harus menampilkan budaya demokratis dalam pengelolaan pendidikannya. Sekolah juga menjadi tempat anak mengenal, mengetahui, dan melaksanakan perilaku demokratis. Teori mengenai demokrasi diajarkan di sekolah. Anak juga dapat menerapkan teori yang telah dipelajari di sekolah Adapun contoh pelaksanaan budaya demokrasi di lingkungan sekolah adalah sebagai berikut Pemilihan organisasi sekolah dan kelas dengan musyawarah Pembagian tugas piket yang merata Interaksi dan komunikasi yang lancar antara guru, siswa, dan orang di lingkungan sekolah Pelaksanaan upacara dengan bergantian Menghadiri acara yang diadakan sekolah Ikut berpartispasi dalam OSIS Ikut serta dalam kegiatan politik di sekolah seperti pemilihan ketua OSIS, ketua kelas, maupun kegiatan yang lain yang relevan. Memberikan usul, saran, dan pesan kepada pihak sekolah Menulis artikel, pendapat, opini di majalah dinding. Hadir disekolah tepat waktu Membayar SPP atau iuran wajib sekolah Menggunakan waktu istirahat untuk kegiatan yang positif Menghindari perkataan yang menyakitkan hati guru atau teman Tidak membuat gaduh ketika pelajaran berlangsung Dalam Pelaksanaan budaya demokrasi yang umumnya diterapkan di sekolah adalah melalui wadah Organisasi OSIS, pemilihan kepengurusan OSIS. Dimana OSIS adalah suatu wadah organisasi yang diperuntukkan untuk siswa. Dimana hal tersebut merupakan salah satu bentuk dari pembelajaran nyata dalam berpolitik secara demokratis pada tataran sekolah. Pelaksanaan pemilihan kepengurusan OSIS sudah menerapkan budaya demokrasi dengan baik. Hal ini terlihat dari pelaksanaan pemilihan yang berasaskan luber dan jurdil serta pelaksanaan yang mencerminkan kultur/ budaya demokrasi. Disamping itu dalam sistem pemilihan kepengurusan OSIS adalah adanya keleluasaan untuk mengemukakan pendapat pada saat musyawarah. Adapun juga dalam setiap kegiatan OSIS pasti akan terjalin kerjasama yang baik antar siswa dengan siswa dan antara siswa dengan sekolah, terjalinnya interaksi antara siswa dengan guru seperti ketika tahun ajaran baru, dimana setiap sekolah – sekolah mengadakan kegiatan masa orientasi siswa MOS dan yang mengurusi selama kegiatan tersebut berlangsung biasanya adalah anak – anak OSIS, disamping itu juga dalam OSIS ada berbagai seksi-seksi seperti seksi PHBI dan sebagaianya yang mana setiap seksi-seksi menjalankan kegiatannya masing-masing yang berbeda antara satu seksi dengan seksi lainya. Dalam membahas setiap kegiatan itu anggota OSIS akan berunding dengan pihak guru sehingga akan ada interaksi langsung antara siswa dan guru. Dalam kegiatan organisasi, setiap pengambilan keputusan pun hendaknya dilakukan dengan menerapkan budaya demokratis. Permusyawaratan hendaknya dijalankan dengan tertib, teratur, dan menampung semua aspirasi peserta musyawarah. Di dalam musyawarah, hendakya diutamakan upaya mencapai kesepakatan, agar dapat diterima oleh semua pihak. Pengendalian diri juga menjadi unsur penting dari budaya demokrasi. Karena itu, sama halnya dengan demokrasi, sikap mengendalikan diri diri juga harus menjadi jalan hidup, atau prinsip yang menjiwai tindakan kita dalam segala bidang kehidupan. Sikap mengendalikan diri juga dapat dipelajari, dibiasakan dan perlu untuk kita kembangkan. Kita perlu belajar secara sungguh-sungguh dan berupaya keras membiasakan diri agar selalu bersikap dan berperilaku terkendali. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwasanya Sekolah merupakan tonggak dasar penanaman budaya demokrasi bagi generasi penerus bangsa, karena di sinilah mereka bertemu dengan berbagai macam pikiran-pikiran, watak, karakter, budaya, dan agama. Melalui OSIS yang merupakan wadah organisasi yang diperuntukkan untuk siswa dan dalam kegiatan OSIS sendiri itu sudah bisa mencerminkan kultur budaya demokrasi khususnya dalam ruang lingkup sekolah.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Secara etimologis istilah demokrasi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu dari kata demos dan kratos. Demos artinya rakyat, dan kratos yang berarti sederhana demokrasi dapat diartikan pemerintahan yang dipegang oleh rakyat atau dapat juga diartikan sebagai kekuasaan tertinggi ditangan merupakan tempat siswa belajar segala sesuatu termasuk belajar demokrasi. Mempelajari demokrasi tidak hanya teori demokrasi, tetapi dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Membudayakan nilai-nilai demokrasi di sekolah membutuhkan prinsip kebebasan berpendapat, kesamaan hak dan kewajiban, tumbuhnya semangat persaudaraan antara siswa dan guru. Prinsip-prinsip tersebut harus selalu menyertai pembelajaran di kelas pada mata pelajaran sekolah merupakan jembatan atau transisi bagi anak dalam rangka penanaman nilai-nilai demokrasi dalam diri seorang anak. Dalam ini sekolah merupakan pengganti orang tua dalam mendidik seorang anak. Penanaman-penanaman niliai demokrasi ini biasanya dilakukan dengan mengajarkan kepada anak tentang nilai-nilai demokrasi, misalnya melalui pembelajaran di kelas. Untuk mengaplikasikan nilai-nilai demokrasi yang telah diajarkan maka sekolah memberikan sarana kepada siswa berupa organisasi-organisasi. Organisasi ini bertujuan untuk mengajarkan kepada siswa untuk lebih bersifat demokratis, bertanggung jawab, serta menghargai sehingga diharapkan dapat berguna sebagai bekal siswa Yang nantinya akan terjun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebagai seorang siswa juga harus belajar berdemokrasi dengan membiasakan hidup secara demokratis. Sekolah merupakan tempat yang tepat untuk berlatih dan mengembangkan nilai-nilai demokrasi. Budaya demokrasi dapat dilaksanakan dalam berbagai kegiatan di sekolah. Di bawah ini akan saya sebutkan penerapan demokrasi di sekolah diantaranya1. Musyawarah Kelas, musyawarah adalah suatu wujud pelaksanaan demokrasi. Musyawarah kelas dilakukan untuk membahas persoalan yang dihadapi kelas tersebut, misalnya membentuk kelompok kerja, lomba kebersihan, lomba pentas seni, dan lain-lain. Dalam mengambil sebuah keputusan diusahakan diperoleh dengan cara musyawarah Pemilihan Ketua Kelas, dapat dilakukan dengan musyawarah mufakat. Jika musyawarah mufakat tidak berhasil membuahkan keputusan bersama, biasanya dilakukan atau ditempuh dengan cara pemungutan suara/voting. Cara ini ditempuh jika terdapat lebih dari satu calon ketua kelas yang sama Pemilihan Ketua OSIS Organisasi Intra Sekolah. 4. Membuat Koperasi Sekolah, salah satu bentuh kegiatan badan usaha yang bersifat demokrasi dilingkungan sekolah adalah koperasi sekolah. Sejalan dengan semangat demokrasi, koperasi terkenal dengab semboyannya "dari anggota, oleh anggota, dan intuk anggota". Adanya koperasi sekolah dapat membantu anggota dengan menyediakan berbagai kebutuhan Menghargai Perbedaan Agama di lingkungan Menghargai Pendapat orang lain terutama kepada teman sekolah. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya
jelaskan mengapa siswa sma perlu mengembangkan budaya politik demokrasi